Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Yang kuat ya..

Aku memang belum menjadi seorang ibu. Baru sedikit yang kurasakan tentang pengorbanan seorang ibu untuk anak yang telah dikandungnya. Ternyata bukan perkara mudah melahirkan buah hati. Tak sedikit yang turut berjuang membantu agar sang anak lahir dengan selamat. Diberikannya amanah memang butuh pengorbanan. Tentunya ada suka dan duka. Aku memang belum mengalaminya tapi entah mengapa rasanya waktu berjalan begitu cepat seolah-olah aku sedang dipertontonkan sesuatu hal yang bisa aku ambil hikmah atasnya. Kurangnya istirahat, asupan makan yang tak teratur, gejolak emosi, lantunan doa yang terus dirapalkan, dan banyak hal lain yang dirasakan. Melahirkan memang sakitnya bukan main, tapi setelah melihat buah hati yang tumbuh dan berkembang dengan baik membuat rasa lelah seakan sirna. Aku sadar pentingnya peran sekitar pada ibu hamil. Selain sang ibu harus menjaga asupan pola makannya, ia juga membutuhkan dukungan dari orang terkasih untuk menguatkan batinnya. Ini kuasa Sang Pencipta, mencip...

Tak terbalas

Gambar
Semalam aku bermimpi tentang seseorang yang pernah meninggalkanku. Kepergiannya cukup buatku tak kuasa menahan rasa perih setiap mengingatkan, mungkin benar karena aku terlalu menaruh harap yang berlebih sedangkan ia tidak. Sebelum aku tidur, aku telah mengutarakan perasaanku pada seseorang. Teman sekelasku  berkata suka padaku, namun aku tak bisa membalas sesuai dengan harapnya yang ia rapalkan. Aku apresiasi keberaniannya untuk mengutarakan apa yang ia rasa, tentu tidaklah mudah. Butuh ruang untuk menerima jawaban yang tak terduga. Semoga ia tak punya dendam atas apa yang telah kukatakan padanya. Lalu aku beranjak untuk mengistirahatkan pikiranku. Dan yang kudapatkan ialah mimpi tentang perasaanku yang pernah tertolak beberapa tahun lalu oleh seorang laki-laki yang kuanggap paling sempurna di hidupku. Padahal hanya di mimpi tapi rasa sakitnya begitu sangat, sampai kubangun dari tidurku hingga saat aku menulis cerita ini. Memang siapa yang ingin ditolak? Hahaha omong kosong bila t...

#1 Mas - OST

Gambar
Seseorang yang tak kukenal hadir menyapa. Ini bukan kebetulan, percayalah ada yang menggerakkan satu sama lain. Sejauh ini aku cukup senang bercengkrama dengannya. Kadang aku bingung bagaimana caranya senyum, rasanya sulit tapi hal itu bukan masalah baginya. Ia sosok yang murah senyum. Ia memiliki hal yang tak kumiliki, seperti guratan bulan sabit melengkung dengan manis di wajahnya, ia senang bercerita tentang apapun hal untuk aku yang suka mendengarkan orang bercerita, kita belajar menerima dari hal-hal kecil, permintaan maaf sering terucap. Bukan berarti menormalisasikan kesalahan lalu minta maaf. Bagiku ini cara menghargai satu sama lain. Meminta maaf jika melebihi batas kewajaran, tentu ini bukan hal yang mudah bagi ia yang mengedepankan ego. Ternyata tidak seburuk itu berbincang selain dengan diri sendiri. Kukira jauhnya usiaku dengannya membuat obrolan kita jadi sulit dimengerti satu sama lain. Nyatanya realita mematahkan ekspektasi. Banyak hal yang diperbincangkan dari parfum, ...

Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar

Gambar
  Judul: Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Menjadi Masalah Besar Penulis: Richard Carlson, Ph.D. dan Kristine Carlson Hlm: 317 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2020 Jadilah sahabat yang baik. Mendengarkan segala cerita dengan seksama. Memperlakukan selayaknya sahabat, mendorongnya menjadi pribadi yang lebih baik bukan malah menghakimi dan menuntut banyak hal. Belajar menertawakan diri sendiri agar kritik dan saran yang diberikan pada diri sendiri tidak melulu direspon dengan rasa marah. Lupakan hal-hal yang sudah berlalu. Alangkah baiknya belajar memaafkan dan menerima. Memaafkan kesalahan dan menerima kejadian tersebut dengan kelapangan hati. Memberi kehangatan agar merasa nyaman. Memperlakukannya dengan baik supaya ia lebih terbuka atas apa yang dirasakan. Fokus pada kebaikan yang bisa diusahakan bersama bukan membandingkan dan menginginkan hal yang baru. Fantasi jauh lebih indah daripada kenyataan. Padahal sesuatu yang baru pun pasti punya masalahnya ter...

Perasaan di awal Juni

Dalam keadaan tertentu ada rasa bersalah yang menyelimuti pikiran sampai terbawa ke aktivitas sehari-hari. Merasa banyak salah dan gak berguna. Sering menyakiti diri sendiri dengan memarahi, "seharusnya aku tuh enggak gini.."  Ternyata menerima itu bukan perkara mudah, yah. Menerima masa lalu yang enggak kita harapkan dan memaafkan diri sendiri yang pernah terlampau batas. Hey, capek itu wajar. Gagal itu wajar. Sedih itu wajar. Salah itu wajar. Kamu enggak sendiri, ada manusia lain di belahan bumi ini yang merasakan hal yang serupa.  Seringnya rencana kita tidak sesuai yang kita harapkan. Banyak ke-sok-tahuan di dalam diri. Merasa tahu segalanya. Merasa bisa menggenggam semuanya. Merasa bisa mengendalikan semuanya. Waktumu terbatas, genggamanmu juga. Ini bukan salahmu. Ini tentang cukup. Merasa cukup apa yang dimiliki atau menghempaskan apa yang dimiliki saat ini untuk menggenggam yang baru. 

Si Tanpa Pamit

Ini tulisan yang kutulis saat teringat hal yang cukup menyayat hati. Aku sadar kalau aku tidak sempurna, banyak cela. Bagiku, salah tak apa daripada tak mencoba sama sekali. Baiklah, berusaha meluangkan sisi kosong untuk hadirmu. Hidupku rasanya penuh. Karena tak sembarang orang boleh menempati sisi kosong yang telah kusediakan. Jangankan menempati, tidak sembarang orang kupersilahkan untuk mengetuk apalagi membukanya. Hmm.. cukup sulit rasanya aku bersiap membuka sisi kosong untuk diisi kembali. Karena kupikir, kalau sisi kosongnya itu masih ada sisa masa lalu, yang baru pun tak bisa masuk sepenuhnya. Harus seluruhnya "masa lalu" dikeluarkan terlebih dahulu, lalu menerima masa yang baru. Ya begitulah kiranya. Kukira kamu yang tepat, tapi ternyata kamu yang membuat sayat. Huh, perih rasanya. Apalagi kalau kuingat. Tapi nampaknya kamu baik-baik saja meninggalkanku tanpa sepatah kata pun. Aku berdoa, semoga kamu lekas disadarkan. Mengingatmu saja buat hatiku nyeri bukan main,...

Rezeki

Gambar
Buku ini adalah kado ulang tahunku dari seseorang. Sama seperti namanya, Insya Allah, Allah lancarkan rezekinya. Aamiin..  Aku lupa ulang tahun yang keberapa, pas aku buka ternyata isinya buku. Awalnya aku bengong merasa heran beberapa detik sembari memperhatikan judul bukunya "Bagaimana menjadi wanita" Aku membantin, "Lah? Selama ini aku bukan wanita?" Buku ini belum tuntas aku baca, takut rusak, dan pada saat itu aku merasa buku ini amat berat. Maksud berat itu karena otak aku enggak sampai sama diksinya.  Seinget aku, buku ini dikasih ke aku tahun 2014. Yap, sekarang 2021 yang berarti buku ini sudah 7 tahun lamanya. Wah lama juga. Sampul luar buku ini udah sedikit rusak. Hahaha maklum udah lama banget. Lalu aku pindah tahun 2018 ke Cilacap. Aku gak inget buku ini soalnya pindahnya mendadak banget, enggak nyangka juga bakalan pindah. Sampai pada akhirnya bapak jauh-jauh dari Jakarta ke Cilacap bawa buku ini sambil bilang, "bapak udah baca buku ini sampai sele...

Santun

Aku pernah mengenal seseorang yang memiliki kharisma dan terkenal sebagai orang yang tekun. Aku menganggapnya sebagai panutan untuk siapapun. Biasa kupanggil Kak Rizki. Aku bingung namanya pakai S atau Z. Tapi bukan itu masalahnya. Suatu hari ia pernah berpesan padaku, "tetep santun ya fan.." jujur aku lupa saat momen apa, tapi kata-katanya itu selalu terngiang-ngilang di kepala, karena aku belum paham maksudnya apa. Aku baru sadar kalau kata santun itu cukup berat dijalani apalagi kalau di kondisi marah, kecewa, sedih. Kadang kita enggak sadar apa yang kita lakukan itu ternyata hanya memperkeruh suasana. Sikap santun perlu banget apalagi kalau di kondisi kita merasa dijahati sama orang lain.  Yang aku pahami, sikap santun itu adalah sikap kita yang tetap tenang, sopan, menghargai keputusan orang lain walaupun sebenarnya apa yang dia lakukan itu menyakiti perasaan kita. Aku baru sadar juga ini adalah proses pendewasaan sikap.  Bahwa enggak semua hal bisa kita kontrol. Yang bi...

Saat merasa kecewa, marah, sedih

Duduk diam Tarik napas dan hembuskan sebanyak 3x Pejamkan mata Sadari apa yang dirasa dengan tidak menolak rasa yang hadir dan amati apa yang dipikirkan Mulailah menerima dan sediakan ruang ikhlas untuk memaafkan diri sendiri Istighfar sebanyak 3x Shalawat Berdoa meminta petunjuk dan kekuatan atas apa yang dialami Kirim Alfatihah untuk diri sendiri Kirim Alfatihah untuk orang yang menyakiti kita atau keadaan yang membuat kita merasa tidak nyaman Buka mata. Afirmasikan pada diri sendiri, "semua yang ada di langit dan di bumi ini milik Allah, aku sebagai manusia tidak memiliki apapun. Semua yang aku alami atas kehendak Allah. Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'man nasir"

Alasan aku menulis

Banyak bayangan yang lewat di pikiran, yang seringnya buat keributan. Sering juga buat cemas, entah itu perihal masa depan atau ketakutan di masa lalu.  Untuk saat ini aku merasa ketika menulis, aku lebih mengenal diri sendiri, lebih mengenal apa yang dirasakan tanpa menyudutkan siapapun. Merasakan lebih tenang, karena banyak hal yang menumpuk atau terpendam ternyata rasanya berat juga kalau terus dibawa.  Dengan menulis, setidaknya aku merasa beban yang kubawa selama ini menjadi berkurang karena aku menempatkan di tempat yang semestinya bersarang. Mungkin aku akan tertawa beberapa tahun lagi karena membaca tulisan ini.  Sungguh apapun yang aku tulis sebenarnya untuk diriku sendiri. Aku memberi pesan kepada diri sendiri. Tapi, kalau ada orang lain selain diriku yang membaca tulisan ini. Aku mau mengucapkan terima kasih.  Hai, terima kasih ya sudah mau membaca. Kalau ada sebagian dari tulisanku yang sesuai dengan apa yang kamu rasakan saat ini, tenang.. kamu enggak me...

Soul Healing Therapy

Gambar
Judul: Soul Healing Therapy Penulis: lrma Rahayu Hlm: 138 halaman Penerbit: Grasindo, 2015 Setiap hari kita sering berdialog dengan diri sendiri. Entah itu pada saat ada masalah yang pelik maupun yang biasa. Kalau kita sedang ada masalah, pertanyaannya pada diri sendiri bukan, "Ya Allah kenapa aku lagi sih yang kena masalah. Capek rasanya" tapi, gantilah pertanyaan itu menjadi "Ya Allah, aku mau dikasih rezeki apa lagi yah setelah ini? Apa ini salah satu ujianku untuk mencapai impianku?" Dari 2 pertanyaan di atas tentang masalah yang kita hadapi, berbeda pula jawaban yang akan diri kita respon. Jawaban pertanyaan pertama, "Ah udahlah, dunia ini emang gak adil. Gak guna juga hidup di dunia ini kalau masalah menimpa terus, mending mati aja" beda lagi jawaban dari pertanyaan kedua, "Tenang.. Allah mendengar doamu, pasti terkabul. Kalau enggak, pasti Allah berikan yang lebih baik dari doamu yang sekarang. Yang penting yakin" Poin terkabulnya doa ia...

Beresin Dulu Hidupmu! Unfu*k Yourself

Gambar
Judul: Beresin Dulu Hidupmu! Unfu*k Yourself Penulis: Gary John Bishop Hlm: 206 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2020 Penelitian menunjukkan bahwa setiap harinya kita memiliki lebih dari 50.000 pikiran. Kita memiliki banyak kendali atas makna yang kita rekatkan pada pikiran kita sendiri. Kita pun bisa mengubah perasaan kita dengan kita mengubah pola pikir. Penelitian terus menemukan bahwa perbincangan yang positif dengan diri sendiri dapat memperbaiki suasana hati, menaikkan kepercayaan diri, meningkatkan produktivitas. Kebalikannya, perbincangan diri yang negatif bisa membuat kita merasa tidak berdaya, bahkan dapat menciptakan masalah yang sebelumnya tidak ada. Beberapa perbincangan negatif memicu kemarahan, kesedihan atau frustrasi.  Hal kecil yang dihindari akan menumpuk dan menjadi hal yang besar. Hal itu dapat membebani dan melelahkan diri kita. Seperti perasaan kecil yang sering kita abaikan, suatu saat akan menjadi bom pada diri sendiri sampai membuat hari-hari kita...

Sedihnya cukup

Gambar
@worry__lines Rasa sedih itu hadir sesaat setelah marah dan kecewa menyatu. Cara terbaiknya ya diterima saja rasa itu, jangan diabaikan nanti malah dia menghampiri terus-menerus. Sadari dan terima.  Kalau sudah diterima, yasudah bilang, "Sedih udahan yah. Ini udah lebih dari cukup waktu kita bersama. capek, berat tau. Aku mau ngelakuin aktivitas lain. Aku mau sama bahagia dulu. Gapapa ya, oke" Pesanku dengan diriku saat teringat hal yang menyedihkan.  Emosi ya kita sendiri yang mengatur. Kita sendiri yang menerima sedih, marah, kecewa, bahagia hadir dari perkataan orang lain atau keadaan yang terjadi.  

Perihal Maaf

Gambar
Jangan-jangan ketika kita merasa hidup ini tak adil, rasa kecewa dan sedih terus menghampiri, itu karena kita kurang memaafkan. Memaafkan diri sendiri dan orang lain. Kita terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu hal yang di luar kendali, berharap berlebihan contohnya. Seringnya kita memberi makan nafsu untuk menguasai sesuatu hal. Padahal semua ini hanyalah titipan, semua akan kembali.  Maaf dan memaafkan tidak mudah dilakukan, kecuali untuk orang-orang yang kuat. Meringankan beban orang lain tidak hanya memberikan material, barang, makanan, atau uang. Lebih dari itu, dengan kita memaafkan perilaku seseorang terhadap kita, setidaknya beban yang ia bawa di hari akhir akan berkurang. Allah akan memudahkan urusanmu saat kamu memudahkan urusan orang lain. Jadi, kalau hari ini kita masih diberi waktu untuk hidup di dunia, itu karena takdir yang sudah tertulis dan karena doa-doa orang yang tulus mendoakan untuk kebaikan kita. Pintu langit seolah-olah terbuka lebar dan menerima p...

Ini tentang Bumi #3

Bumi menjadi salah satu definisi seseorang yang hadir di hidupku memberi makna baru. Diamnya membuatku tidak berhenti belajar perihal sebuah rasa dan mengatur pola pikir. Aneh memang.  Benar-benar ruang sendiri memberi waktu untuk mendengarkan kata hati. Banyak hal yang sudah aku suarakan karena diamnya secara tiba-tiba. Berprasangka baiklah maka kebaikan akan menghampiri. Semoga lekas pulih luka dan kebaikan menyertaimu.

Mindful Relationship bersama Adjie Santosoputro - Talkshow Rakata

Gambar
Setiap orang memiliki luka jiwa. Di masa lalu mungkin ada yang menyakiti perasaanya. Terkait penyesalan, kehilangan perlu diseimbangi dengan perasaan menyadari agar hal-hal itu tidak terus-menerus terpikirkan. Selalu tidak mudah kalau bicara tentang kehilangan. Jangankan kehilangan seseorang yang kita sayangi, kehilangan sepatu saja membuat kita kepikiran terus-menerus. Salah satu tahap cinta paling tinggi ialah hening. Tidak takut kehilangan seseorang tersebut. Ketiadaan aku. Belajar mengurangi aku. Barangkali kita merasa terikat. Seperti, "kamu milikku" Takut kehilangan karena kita merasa memiliki. Kalau kita tidak memiliki, kita tidak takut kehilangan. Hal ini mempengaruhi respon kita terhadap hubungan yang dijalani. Cinta yang selama ini pahami ialah menguasai, mengendalikan, mengontrol, dan memiliki seseorang. Bukankah ini menyakitkan jika dalam kurun waktu yang lama? Jangan-jangan selama ini kita memberi makan ego agar merasa terpuaskan. Semakin dewasa malahan rasan...

Sebelum ia pergi, aku pernah tersenyum karenanya

Gambar
Hai, gimana hari ini? Ada yang mau kamu ceritain?Sudahkah menyapa yang masih ada di sekitarmu? Aku mau nanya ke kamu, boleh kan? Pernah gak kamu saking rindunya sampai kepikiran seseorang? Bahkan sampai lupa suaranya gimana atau wajah manisnya saat tersenyum? Oh ya, nanti kalau ada yang bilang, "ah kamu mah lebay apa-apa difoto atau divideo-in mulu"  Tenang, kamu gak perlu ambil hati atas perkataannya yah. Tak semua orang paham apa yang kamu rasakan. Inget, momen itu enggak datang dua kali. Silakan abadikan sesukamu, semaumu, sebanyak yang kamu mau, yang penting kamu bahagia. Sebab suatu saat nanti, kamu masih bisa mendengar suaranya kembali atau melihat wajahnya saja rasanya sudah bahagia bukan main. Setidaknya dengan foto yang kamu potret dan video yang kamu rekam bisa mengobati momen yang enggak bisa terulang kembali. Ia yang masih ada di sekitarmu tak akan menetap selamanya dalam bentuk nyata. Sebab pada waktunya nanti, ia pun akan pergi. Jadi, sebelum ada yang pergi la...

Ini tentang Bumi #2 (Solicitude)

Gambar
Meskipun kita berada di kota yang berbeda, peluhmu bisa kurasa meski tak kau utarakan padaku. Kukatakan pada semesta di malam hari agar apapun pilihanmu semoga itu yang terbaik dan dipermudah langkahnya. Bumi, banyak yang sayang sama kamu termasuk aku. See that many people love you  See that you’ve been loved  by someone who has been waiting for you

Belajar dari Si Kecil

Gambar
Kenapa waktu masih kecil rasanya bahagia walau capek habis main seharian atau sering menangis? Karena waktu masih kecil kita masih peka saat mengungkapkan rasa, kita lebih jujur, lebih lepas, lebih merasakan perasaan itu datang, tidak menolak dan tidak mengganggap hal itu buruk.  Lambat laun saat bertambahnya usia, lingkungan seringnya menolak hal-hal semacam marah, sedih, kecewa, gelisah, ragu. Hal itu yang membuat kita tidak peka terhadap apa yang kita rasakan. Dan hal itu pula yang membuat kita (yang katanya sudah dewasa) menjadi tidak peka terhadap apa yang orang lain rasakan.  Saat beranjak dewasa, rasa sedihnya, kecewanya, gelisahnya, marahnya biasanya lebih lama. Karena menganggap hal-hal itu tidak penting lalu saat perasaan itu hadir, malah menolaknya, beranggapan "Ah begitu doang mah masa sedih" padahal yang sebenarnya dirasakan ya.. sedih bukan main. Mau berekspresi takut orang di sekitar malah merendahkan sisi lemah yang kita punya. Jika rasa itu terus ditolak k...

Ruang untuk nerima perasaan yang hadir

Gambar
Kita sering merasakan hal-hal yang meresahkan hati, membuat gelisah, tidur pun tak nyenyak bahkan sulit tidur di waktu yang semestinya. Kita juga sadar betul kalau tidur salah satu cara mengistirahatkan segala beban yang kita rasakan, entah itu beban fisik yang menjadikan tubuh lelah atau beban mental yang menjadikan pikiran melelang buana sampai kepala terasa berat bahkan pusing saat teringat sesuatu hal. Memang tak semua orang bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan. Ada rasa tertekan sendiri jika ingin melakukannya, "Ah lebay curhat mulu, lemah banget apa-apa selalu diumbar" dan kalimat sindiran lainnya. Alih-alih menjadi lebih kuat karena mencoba meluapkan, malah rapuh karena penolakan orang terhadap kita yang ingin bersuara. Tak semua orang mau dan mampu mendengarkan.  Bersyukurlah jika kamu sekarang sampai saat ini memiliki ia yang mau mendengarkan sebab tak semua orang menemukan apa yang telah kamu miliki hari ini. Untuk kamu yang belum menemukan seseorang terse...

Good bye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang

Gambar
Judul: Good bye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang Penulis: Fumio Sasaki Hlm: 284 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2018 Di media sosial atau media cetak, kita sebagai konsumen sering disuguhi iklan yang sangat bervariasi. Buku ini membantu kita untuk lebih bijak dalam mengolah barang yang dimiliki atau barang yang akan dibeli. Menurut Fumio Sasaki, minimalis adalah orang yang bisa membedakan kebutuhan dan keinginan-keinginannya karena ingin menampilkan citra tertentu, serta tidak takut mengurangi benda-benda yang termasuk keinginan. Rasa tidak bahagia bukan hanya akibat keturunan, trauma atau hambatan karir. Baginya rasa bahagia timbul karena beban yang dibawa oleh semua barang yang dimiliki. Semakin banyak barang yang kita punya, semakin banyak pula waktu yang kita butuhkan untuk merawat benda tersebut dan semakin luas pula ruangan yang kita butuhkan untuk menyimpan barang tersebut.  Fumio dahulu seorang yang "maksimalis". Bertekad menyimpan segalanya,...

Kenali diri, dengarkan kata hati

Gambar
Konflik dalam diri bisa berakibat konflik terhadap orang lain. Kurang menikmati dan tidak merasa puas terhadap hidup yang dijalani. Mungkin kita pernah merasakan atau mengenal orang yang mudah marah pada orang lain, apalagi berperilaku tidak mengenakan pada orang yang tak dikenal. Bisa jadi, orang tersebut pernah atau sedang dalam konflik pada dirinya sendiri. Hal itu yang membuat orang lain merasa tidak nyaman di dekatnya.  Konflik dalam diri seringnya menyakiti diri sendiri, bahkan orang lain juga. Bisa pula terjadi jika ia merasa dirinya paling menderita sebab trauma yang pernah dialami, rasa cemas yang berlebihan, yang membuat emosinya tidak stabil, opini orang lain yang ditelan mentah-mentah, hal ini juga bisa membuat ia memilih keputusan hidup yang kurang bijak. Orang yang tidak kenal diri biasanya haus akan pujian, tapi hatinya rapuh. Enggak sehat menggantungkan emosi diri terhadap opini orang lain, bukan? Orang yang tidak kenal diri jadi mudah tergerus opini orang lain, i...

Pesan Abi

Pernah suatu ketika seseorang menangis, merasa kecewa terhadap dirinya sendiri dan merasa berdosa sebab yang diharapkan tak sesuai ekspektasi. Akhirnya, ia memutuskan untuk menceritakan tentang masalah yang sedang dialaminya oleh seorang guru agama yang biasa dipanggil dengan sebutan 'abi' bapakku dalam bahasa arab. Murid-murid lainnya pun memanggilnya begitu.  Abi pernah bilang, "gak semua hal bisa kita ubah sesuai dengan apa yang kita mau. Kita ini manusia, punya keterbatasan. Jadi, jangan mudah merasa bersalah atas apa yang belum bisa kamu ubah. Sebab Allah yang membolak-balikkan hati manusia. Kalau kamu mau ngerubah seseorang tapi kamu tau kalau kamu itu punya keterbatasan, kamu doa-in dia. Doanya yang tulus, ikhlas biar Allah yang menggerakkan hati dia yang kamu maksud agar sesuai dengan apa yang terbaik menurut Allah."

Ini tentang Bumi #1 (Ruang Sendiri)

Gambar
Kurasa Bumi sedang tidak baik-baik saja. Wajahnya yang penuh dengan senyuman dan canda tawa kini redup. Aku sendiri tak tahu mengapa. Banyak hal yang tak ia sampaikan padaku tapi aku bisa merasakan walau kita terhalang jarak. Kupikir ini yang namanya kontak batin. Seharian ini pesanku tak ia balas, aku terus mempertanyakan pada diriku sendiri, siapa aku di hidupnya. Huh capek juga yah rasanya memendam sendiri, bertanya sendiri, bergelut dengan pertanyaan sendiri. Bukan jawaban yang aku dapat, malah praduga yang meresahkan hati. Bumi yang kukenal ialah sosok yang kuat, pemberani, murah senyum, yang hadirnya dinantikan, dan yang pasti disayang banyak orang termasuk aku. Hihihi .. Aku cuma bisa berdoa supaya kamu dikuatkan, buat kamu apapun yang kamu jalani dipermudah dan segala harapmu menjadi nyata. Lagi-lagi ini yang kurasa kalau Bumi butuh ruang sendiri untuk memahami dirinya sendiri. Tentu itu bukan hal yang buruk. Aku belajar banyak hal darinya bahwa kadang kita mencoba membahagiaka...

Alasan Bersyukur

Belakangan ini saat mengendarai motor dalam keadaan pikiran kosong dan syukurnya masih diberi selamat sampai tujuan. Kehadiranku diterima di hidup orang lain. Masih bisa berkabar dengan orang yang disayangi.

Menerima

Belajar menerima hal-hal yang di luar kendali kita. Entah itu perihal perasaan yang tak terbalas, perilaku ia terhadap kamu, ataupun kejadian alam. Yang perlu kamu pahami, bahwa apapun yang ia lakukan kepadamu, itu atas dasar kesadaran dirinya. Kendalikan apa yang bisa kamu kendalikan. Ya, perasaan yang bersarang di hati kamu.  Beri ruang untuk mendengar kata hati. Seringnya kita terlalu jauh melangkah ke masa depan dan mengenang masa lalu, membayangkan hal yang telah lalu atau masa depan yang masih jadi bayangan. Kita terlalu lama tidak pulang; terlalu lama tidak mendengarkan kata hati. Kita merasa dunia tak adil dan menyebalkan karena kita menolak hal yang di luar kendali kita. Sadari dan belajarlah menerima. Menerima apapun yang ada di hadapan kita. Menghargai keberadaan yang masih ada, terlebih ia yang tulus menerima kita apa adanya. Sebab belum tentu ia yang masih ada untuk kamu saat ini, masih ada di esok hari. Kalau kamu masih diberi napas hari ini, berarti kamu masih dib...

Si Bungsu

Hampir semua keputusannya, dipilihkan. Ikut memilih terkadang memperkeruh suasana. Dituntut sempurna atas kesalahan yang sebenarnya tidak pernah ia perbuat sebelumnya. Menentukan pilihan sesuai dirinya adalah sebuah hal langka. Butuh keberanian yang luar biasa hebatnya untuk melakukannya. Tidak boleh lebih mengecewakan dari yang sebelumnya. Dituntut lebih baik dari segala hal. Lebih banyak waktu mendengar keburukan yang tak pernah ia lakukan sebelumnya dan harus bisa mengantisipasi hal tersebut terjadi. Sisi anak kecil yang selalu melekat. Dianggap anak kemarin yang tak tahu apa-apa.

Merasa bodoh?

Merasa bodoh? Tenang, kamu punya Allah yang Maha Mengetahui. Minta sama Allah biar dikasih ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. Yang dengan ilmu itu bisa makin dekat dengan Allah dan bisa menghebatkan masa depan. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِيْ وَيَسِّرلِي أَمْرِي وَ احْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّساَنِي يَفْقَهُوْا قَوْلِي  Ya Allah lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku dan jelaskanlah lisanku agar orang-orang memahami perkataannya. رَِبِّيْ زِدْنِي عِلْماً وَارْزُقْنِي فَهْمًا Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berilah aku karunia agar dapat memahaminya

Biarin aja

Kalau nanti ada yang mau pergi dan kamu tau walaupun dia engga bilang sepatah kata pun, yaudah biarin aja pergi, ikhlasin. Ga baik menahan sesuatu yang mau pergi. Biarpun dia bilang akan setia selamanya, tapi waktu engga berhenti gitu aja. Selalu ada pergantian pemeran di setiap pergantian waktu. Yang bilang menetap nantinya pun akan pindah ke lain tempat. Gapapa ya nanti kalau pergi. Sedih gapapa, wajar ko, manusiawi. Tapi kamu harus tau, biar dia bahagia, kamu harus ikhlas atas kepergiannya. Ga mudah emang, tapi dengan begini kamu jadi tumbuh lebih kuat. Kamu jadi lebih sadar kalau yang ada di sekitar kamu sekarang harus kamu hargai, sekecil apapun itu.

Selisih Paham

Kalau ada yang berselisih paham, sadar. Cara komunikasinya ada yang salah. Sisi egoisnya harus dikurangi sebab hidup ga melulu soal diri kamu aja, ada orang lain juga yang menaruh harap padamu atau hubungan ini. Misal, sudah sepakat ingin mendapatkan hasil 5. Banyak cara untuk mendapatkannya, seperti 5×1, 10:2, 20:4, 100:20, 2+3, ... Kalau kamu memilih 5 dan dia memilih 4 jika digabungkan engga akan ada hasil 5. Harus ada yang mengalah salah satu atau memilih opsi lain. Maka, perlu adanya komunikasi yang terbuka. Yaudah oke, udah ngobrol segala macem dan keputusannya kamu milih 7 dan dia milih 2. Dalam eksekusinya pakai pengurangan. Maka, 7-2=5. Yap, dapatlah hasil 5. Terlihat sederhana memang, tapi kalau sisi egoisnya memuncak, hal-hal yang dianggap sederhana pun akan rumit. Tujuannya mendapatkan hasil 5. Tapi dalam memilih angka dan eksekusinya harus sesuai dengan kesepakatan bersama, ya itulah komunikasi.

Tiga hal darinya

Aku pernah bertemu dengan seseorang yang kukira satu tujuan, akan tetapi ternyata kita berpisah di persimpangan jalan.  Aku belajar 3 hal darinya: Belajar mengikhlaskan. Apapun yang kita rencanakan selalu ada kemungkinan gagal, hancur, atau tertunda. Ia mengajariku makna kalau mau tumbuh lebih tinggi harus punya akar yang kuat. Belajar memahami. Kita selalu punya versi buruk dan baiknya masing-masing. Darinya aku memahami kalau kita harus memiliki ruang untuk tumbuh agar menjadi versi terbaik dan sadar akan perannya masing-masing. Belajar memaklumi. Harus sadar betul kalau pengetahuan kita sangat terbatas, benar atau salah itu penilaian masing-masing. Dengan memberi ruang untuk memaklumi, kita jadi lebih mengerti dan saling belajar dari sudut pandang yang berbeda tanpa batasan waktu. Pernah suatu ketika terlintas, "kalau saja kita lebih memahami, mengikhlaskan, dan memaklumi satu sama lain, mungkin kita masih bersama" Namanya juga rencana manusia, tetap saja Tuhan yang menen...

Belajar Peka

Mumpung masih ada waktu. Mumpung masih ada kesempatan. Selagi bisa. Maksimalin sebisa mungkin. Waktu yang kita punya itu sangat cukup untuk itu semua. Kadang kita ga sadar akan peluang yang ada sampai pada akhirnya nyesel abis karena ngelewatin gitu aja dengan sia-sia. Justru hal yang dikira sepele, bahkan dianggap biasa aja. Suatu saat akan sangat bermakna sampai terkagum-kagum sendiri, "Wah gils ternyata waktu itu adalah kesempatan emas. Kalau gue ngelewatin momen itu, beh! Pasti nyesel banget seumur hidup" Dan yang perlu di garis bawahi juga, kita harus bisa menikmati waktu yang ada. Kita ga bisa memaksakan hal-hal yang di luar kontrol kita tapi yang bisa kita lakuin itu, mengontrol diri dengan melakukan hal yang lebih berkualitas daripada sebelumnya. Hal sederhana yang dianggap biasa yaitu waktu makan bersama dengan keluarga atau orang terkasih, perhatiannya yang terkadang terasa begitu berlebihan, tingkahnya yang konyol, tawanya yang lepas, suara khas ibu/ayah/saudara...