Judul: Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Menjadi Masalah Besar
Penulis: Richard Carlson, Ph.D. dan Kristine Carlson
Hlm: 317 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2020
- Jadilah sahabat yang baik. Mendengarkan segala cerita dengan seksama. Memperlakukan selayaknya sahabat, mendorongnya menjadi pribadi yang lebih baik bukan malah menghakimi dan menuntut banyak hal.
- Belajar menertawakan diri sendiri agar kritik dan saran yang diberikan pada diri sendiri tidak melulu direspon dengan rasa marah.
- Lupakan hal-hal yang sudah berlalu. Alangkah baiknya belajar memaafkan dan menerima. Memaafkan kesalahan dan menerima kejadian tersebut dengan kelapangan hati.
- Memberi kehangatan agar merasa nyaman. Memperlakukannya dengan baik supaya ia lebih terbuka atas apa yang dirasakan.
- Fokus pada kebaikan yang bisa diusahakan bersama bukan membandingkan dan menginginkan hal yang baru. Fantasi jauh lebih indah daripada kenyataan. Padahal sesuatu yang baru pun pasti punya masalahnya tersendiri.
- Jangan menghitung apa yang telah dilakukan dan menuduh ia tidak melakukan yang lebih banyak. Kurangi berkata, "aku udah ngelakuin ... kamu cuma ..."
- Memperlakukan orang lain seperti halnya memperlakukan diri sendiri. Bersikap ramahlah. Menjadi pendengar yang baik, penuh hormat, penuh perhatian.
- Berkeluh kesah sepantasnya. Jangan sampai malah merusak suasana apalagi mencampuradukkan masalah bersama.
- Beberapa hal yang dilakukan itu bersifat konyol. Tidak perlu begitu dipermasalahkan, hanya perlu menyadari dan tak ada salahnya untuk bertanya suatu hal yang dirasa menyebalkan.
- Berkomunikasi sesuai dengan caranya. Mengetahui apa yang ia suka dan membuatnya nyaman. Hal itu mempermudah cara berkomunikasi.
- Hindari kata, "aku cinta padamu, tapi ..." sebab kata "tapi" membuat hal yang ingin diutarakan terlihat baik namun maknanya menyakitkan. Kata "aku cinta padamu" dengan permasalahan yang dimiliki tentu 2 hal yang berbeda. Alangkah baiknya jika ada hal yang tak disukai, katakan terus terang. Janganlah mencintai dengan syarat. Sebab hal itu membuat pernyataan "aku cinta padamu" nampak tak tulus.
- Mengungkapkan dan membagikan rasa cinta. Hal ini membuat kita lebih merasakan cinta dari berbagai macam hal. Kita menjadi lebih ramah, lebih lembut dan lebih sabar.
- Selalu ada hikmah di setiap masalah yang dilalui. Ambil sisi positifnya untuk terus tumbuh bersama.
- Beri tahu gejala-gejala yang biasa dialami pada saat PMS. Hal itu membantu meminimalisir hal-hal menyebalkan yang akan terjadi.
- Berbagi wawasan baru. Belajar menerima dan memaafkan.
- Menghindari ultimatum. Dengan mengancam seseorang melakukan apa yang kita inginkan, itu sama saja dengan mendorong ia untuk menjauhi diri kita secara perlahan.
- Memberi ruang untuk masa transisi. Bukan perkara mudah namun bisa dilalui jika menyadari dan menerima situasi yang baru.
- Jangan bertengkar bila hati sedang keruh. Beri jarak antara diri sendiri dengan pikiran. Kamu tidak akan merasa didengarkan jika pikiran kamu sedang negatif. Hati yang keruh memberi pengaruh buruk terhadap suatu masalah. Baiknya dikomunikasikan bila merasa butuh sendiri terlebih dahulu.
- Menghargai peran diri sendiri dan pasangan. Tidak ada yang paling superior. Keduanya punya istimewanya masing-masing. Berusahalah tidak meremehkan hal sekecil apapun.
- Menyikapi masalah dengan positif. Hal ini membantu kita untuk lebih terbuka dalam mengambil hikmah di setiap perjalanan yang dilalui.
- Tidak menganggap pasangan dapat membaca pikiran kita. Katakan terus terang disesuaikan dengan situasi dan kondisi jika ingin mengatakan sesuatu hal yang mengganjal.
- Jadilah contoh yang baik. Alih-alih menyuruhnya untuk melakukan sesuatu, berilah teladan terlebih dahulu. Sebab tak ada orang yang suka dipaksa.
- Jangan mempertengkarkan hal-hal konyol. Komunikasikan dengan baik keinginan, tidak perlu berkata sambil membentak apalagi marah. Belajar bersikap tenang.
- Menjadi pendengar yang baik. Dengarkan sampai tuntas, jangan memotong pembicaraan. Tidak menyenangkan menjalin hubungan dengan orang yang tidak ingin mendengarkan. Belajar bersikap sabar dan berempati.
- Bersiaplah mengalami perubahan yang mendadak. Siapkan mental dan perluas sudut pandang bahwa manusia itu hanya orang biasa yang pernah dan akan salah. Keinginan yang tulus dan keterbukaan dalam menerima dapat membantu dalam menghadapi suatu masalah.
- Hindari berkata, "hari ini aku sial". Tak perlu terlalu banyak bercerita hal yang menyebalkan sebab itu bisa menjadi kebiasaan buruk padahal ada banyak hal baik yang bisa dibicarakan.
- Biarkan ia makan siang di luar. Tak apa sekali-sekali menikmati makanan di luar / memberi self reward.
- Memberikan pujian atas apa yang ia lakukan walaupun sekecil apapun itu. Mengakui peran dan hadirnya adalah sesuatu hal yang patut disyukuri. Biasakan, "terima kasih ya kamu udah ..."
- Berhenti menyesali bahwa dia tidak sesuai dengan harapanmu. Terkadang menuntut pasangan untuk ini dan itu sering membuat berselisih. Menyadari setiap manusia punya kurang dan lebihnya masing-masing membuat kita lebih mudah berdamai dengan keadaan yang sebenarnya. Belajar menerima dan berbenah diri.
- Berhenti memojokkan dan mengetes pasangan. Alih-alih memojokkan pasangan, alangkah baiknya bertanya atas tindakannya di kala waktu santai. Memojokkan pasangan hanya akan membuatnya tertekan dan membuat hubungan tidak nyaman.
- Pikir dulu sebelum bicara. Apresiasi tindakannya sekecil apapun. Hal itu membuatnya lebih berharga dan senang. Belajar disiplin berpikir sebelum bicara. Diam sejenak setelah pasangan bicara agar kita bisa berpikir atas respon yang akan kita lontarkan. Penting untuk bersikap ramah, penuh perhatian saat pasangan bercerita.
- Akui kesalahan diri sendiri atas suatu masalah. Daripada menyalahkan pasangan, alangkah baiknya mengakui kesalahan diri, meminta saran kebaikan dan saling menerima.
- Berusaha sebaik mungkin dengan pasangan. Kerjakan tugas hingga selesai.
 |
Nomor 7
|
 |
Nomor 11
|
 |
| Nomor 20 |
 |
| Nomor 21 |