Postingan

Yang kuat ya..

Aku memang belum menjadi seorang ibu. Baru sedikit yang kurasakan tentang pengorbanan seorang ibu untuk anak yang telah dikandungnya. Ternyata bukan perkara mudah melahirkan buah hati. Tak sedikit yang turut berjuang membantu agar sang anak lahir dengan selamat. Diberikannya amanah memang butuh pengorbanan. Tentunya ada suka dan duka. Aku memang belum mengalaminya tapi entah mengapa rasanya waktu berjalan begitu cepat seolah-olah aku sedang dipertontonkan sesuatu hal yang bisa aku ambil hikmah atasnya. Kurangnya istirahat, asupan makan yang tak teratur, gejolak emosi, lantunan doa yang terus dirapalkan, dan banyak hal lain yang dirasakan. Melahirkan memang sakitnya bukan main, tapi setelah melihat buah hati yang tumbuh dan berkembang dengan baik membuat rasa lelah seakan sirna. Aku sadar pentingnya peran sekitar pada ibu hamil. Selain sang ibu harus menjaga asupan pola makannya, ia juga membutuhkan dukungan dari orang terkasih untuk menguatkan batinnya. Ini kuasa Sang Pencipta, mencip...

Tak terbalas

Gambar
Semalam aku bermimpi tentang seseorang yang pernah meninggalkanku. Kepergiannya cukup buatku tak kuasa menahan rasa perih setiap mengingatkan, mungkin benar karena aku terlalu menaruh harap yang berlebih sedangkan ia tidak. Sebelum aku tidur, aku telah mengutarakan perasaanku pada seseorang. Teman sekelasku  berkata suka padaku, namun aku tak bisa membalas sesuai dengan harapnya yang ia rapalkan. Aku apresiasi keberaniannya untuk mengutarakan apa yang ia rasa, tentu tidaklah mudah. Butuh ruang untuk menerima jawaban yang tak terduga. Semoga ia tak punya dendam atas apa yang telah kukatakan padanya. Lalu aku beranjak untuk mengistirahatkan pikiranku. Dan yang kudapatkan ialah mimpi tentang perasaanku yang pernah tertolak beberapa tahun lalu oleh seorang laki-laki yang kuanggap paling sempurna di hidupku. Padahal hanya di mimpi tapi rasa sakitnya begitu sangat, sampai kubangun dari tidurku hingga saat aku menulis cerita ini. Memang siapa yang ingin ditolak? Hahaha omong kosong bila t...

#1 Mas - OST

Gambar
Seseorang yang tak kukenal hadir menyapa. Ini bukan kebetulan, percayalah ada yang menggerakkan satu sama lain. Sejauh ini aku cukup senang bercengkrama dengannya. Kadang aku bingung bagaimana caranya senyum, rasanya sulit tapi hal itu bukan masalah baginya. Ia sosok yang murah senyum. Ia memiliki hal yang tak kumiliki, seperti guratan bulan sabit melengkung dengan manis di wajahnya, ia senang bercerita tentang apapun hal untuk aku yang suka mendengarkan orang bercerita, kita belajar menerima dari hal-hal kecil, permintaan maaf sering terucap. Bukan berarti menormalisasikan kesalahan lalu minta maaf. Bagiku ini cara menghargai satu sama lain. Meminta maaf jika melebihi batas kewajaran, tentu ini bukan hal yang mudah bagi ia yang mengedepankan ego. Ternyata tidak seburuk itu berbincang selain dengan diri sendiri. Kukira jauhnya usiaku dengannya membuat obrolan kita jadi sulit dimengerti satu sama lain. Nyatanya realita mematahkan ekspektasi. Banyak hal yang diperbincangkan dari parfum, ...

Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar

Gambar
  Judul: Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Menjadi Masalah Besar Penulis: Richard Carlson, Ph.D. dan Kristine Carlson Hlm: 317 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2020 Jadilah sahabat yang baik. Mendengarkan segala cerita dengan seksama. Memperlakukan selayaknya sahabat, mendorongnya menjadi pribadi yang lebih baik bukan malah menghakimi dan menuntut banyak hal. Belajar menertawakan diri sendiri agar kritik dan saran yang diberikan pada diri sendiri tidak melulu direspon dengan rasa marah. Lupakan hal-hal yang sudah berlalu. Alangkah baiknya belajar memaafkan dan menerima. Memaafkan kesalahan dan menerima kejadian tersebut dengan kelapangan hati. Memberi kehangatan agar merasa nyaman. Memperlakukannya dengan baik supaya ia lebih terbuka atas apa yang dirasakan. Fokus pada kebaikan yang bisa diusahakan bersama bukan membandingkan dan menginginkan hal yang baru. Fantasi jauh lebih indah daripada kenyataan. Padahal sesuatu yang baru pun pasti punya masalahnya ter...

Perasaan di awal Juni

Dalam keadaan tertentu ada rasa bersalah yang menyelimuti pikiran sampai terbawa ke aktivitas sehari-hari. Merasa banyak salah dan gak berguna. Sering menyakiti diri sendiri dengan memarahi, "seharusnya aku tuh enggak gini.."  Ternyata menerima itu bukan perkara mudah, yah. Menerima masa lalu yang enggak kita harapkan dan memaafkan diri sendiri yang pernah terlampau batas. Hey, capek itu wajar. Gagal itu wajar. Sedih itu wajar. Salah itu wajar. Kamu enggak sendiri, ada manusia lain di belahan bumi ini yang merasakan hal yang serupa.  Seringnya rencana kita tidak sesuai yang kita harapkan. Banyak ke-sok-tahuan di dalam diri. Merasa tahu segalanya. Merasa bisa menggenggam semuanya. Merasa bisa mengendalikan semuanya. Waktumu terbatas, genggamanmu juga. Ini bukan salahmu. Ini tentang cukup. Merasa cukup apa yang dimiliki atau menghempaskan apa yang dimiliki saat ini untuk menggenggam yang baru. 

Si Tanpa Pamit

Ini tulisan yang kutulis saat teringat hal yang cukup menyayat hati. Aku sadar kalau aku tidak sempurna, banyak cela. Bagiku, salah tak apa daripada tak mencoba sama sekali. Baiklah, berusaha meluangkan sisi kosong untuk hadirmu. Hidupku rasanya penuh. Karena tak sembarang orang boleh menempati sisi kosong yang telah kusediakan. Jangankan menempati, tidak sembarang orang kupersilahkan untuk mengetuk apalagi membukanya. Hmm.. cukup sulit rasanya aku bersiap membuka sisi kosong untuk diisi kembali. Karena kupikir, kalau sisi kosongnya itu masih ada sisa masa lalu, yang baru pun tak bisa masuk sepenuhnya. Harus seluruhnya "masa lalu" dikeluarkan terlebih dahulu, lalu menerima masa yang baru. Ya begitulah kiranya. Kukira kamu yang tepat, tapi ternyata kamu yang membuat sayat. Huh, perih rasanya. Apalagi kalau kuingat. Tapi nampaknya kamu baik-baik saja meninggalkanku tanpa sepatah kata pun. Aku berdoa, semoga kamu lekas disadarkan. Mengingatmu saja buat hatiku nyeri bukan main,...

Rezeki

Gambar
Buku ini adalah kado ulang tahunku dari seseorang. Sama seperti namanya, Insya Allah, Allah lancarkan rezekinya. Aamiin..  Aku lupa ulang tahun yang keberapa, pas aku buka ternyata isinya buku. Awalnya aku bengong merasa heran beberapa detik sembari memperhatikan judul bukunya "Bagaimana menjadi wanita" Aku membantin, "Lah? Selama ini aku bukan wanita?" Buku ini belum tuntas aku baca, takut rusak, dan pada saat itu aku merasa buku ini amat berat. Maksud berat itu karena otak aku enggak sampai sama diksinya.  Seinget aku, buku ini dikasih ke aku tahun 2014. Yap, sekarang 2021 yang berarti buku ini sudah 7 tahun lamanya. Wah lama juga. Sampul luar buku ini udah sedikit rusak. Hahaha maklum udah lama banget. Lalu aku pindah tahun 2018 ke Cilacap. Aku gak inget buku ini soalnya pindahnya mendadak banget, enggak nyangka juga bakalan pindah. Sampai pada akhirnya bapak jauh-jauh dari Jakarta ke Cilacap bawa buku ini sambil bilang, "bapak udah baca buku ini sampai sele...

Santun

Aku pernah mengenal seseorang yang memiliki kharisma dan terkenal sebagai orang yang tekun. Aku menganggapnya sebagai panutan untuk siapapun. Biasa kupanggil Kak Rizki. Aku bingung namanya pakai S atau Z. Tapi bukan itu masalahnya. Suatu hari ia pernah berpesan padaku, "tetep santun ya fan.." jujur aku lupa saat momen apa, tapi kata-katanya itu selalu terngiang-ngilang di kepala, karena aku belum paham maksudnya apa. Aku baru sadar kalau kata santun itu cukup berat dijalani apalagi kalau di kondisi marah, kecewa, sedih. Kadang kita enggak sadar apa yang kita lakukan itu ternyata hanya memperkeruh suasana. Sikap santun perlu banget apalagi kalau di kondisi kita merasa dijahati sama orang lain.  Yang aku pahami, sikap santun itu adalah sikap kita yang tetap tenang, sopan, menghargai keputusan orang lain walaupun sebenarnya apa yang dia lakukan itu menyakiti perasaan kita. Aku baru sadar juga ini adalah proses pendewasaan sikap.  Bahwa enggak semua hal bisa kita kontrol. Yang bi...

Saat merasa kecewa, marah, sedih

Duduk diam Tarik napas dan hembuskan sebanyak 3x Pejamkan mata Sadari apa yang dirasa dengan tidak menolak rasa yang hadir dan amati apa yang dipikirkan Mulailah menerima dan sediakan ruang ikhlas untuk memaafkan diri sendiri Istighfar sebanyak 3x Shalawat Berdoa meminta petunjuk dan kekuatan atas apa yang dialami Kirim Alfatihah untuk diri sendiri Kirim Alfatihah untuk orang yang menyakiti kita atau keadaan yang membuat kita merasa tidak nyaman Buka mata. Afirmasikan pada diri sendiri, "semua yang ada di langit dan di bumi ini milik Allah, aku sebagai manusia tidak memiliki apapun. Semua yang aku alami atas kehendak Allah. Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'man nasir"

Alasan aku menulis

Banyak bayangan yang lewat di pikiran, yang seringnya buat keributan. Sering juga buat cemas, entah itu perihal masa depan atau ketakutan di masa lalu.  Untuk saat ini aku merasa ketika menulis, aku lebih mengenal diri sendiri, lebih mengenal apa yang dirasakan tanpa menyudutkan siapapun. Merasakan lebih tenang, karena banyak hal yang menumpuk atau terpendam ternyata rasanya berat juga kalau terus dibawa.  Dengan menulis, setidaknya aku merasa beban yang kubawa selama ini menjadi berkurang karena aku menempatkan di tempat yang semestinya bersarang. Mungkin aku akan tertawa beberapa tahun lagi karena membaca tulisan ini.  Sungguh apapun yang aku tulis sebenarnya untuk diriku sendiri. Aku memberi pesan kepada diri sendiri. Tapi, kalau ada orang lain selain diriku yang membaca tulisan ini. Aku mau mengucapkan terima kasih.  Hai, terima kasih ya sudah mau membaca. Kalau ada sebagian dari tulisanku yang sesuai dengan apa yang kamu rasakan saat ini, tenang.. kamu enggak me...