Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Beresin Dulu Hidupmu! Unfu*k Yourself

Gambar
Judul: Beresin Dulu Hidupmu! Unfu*k Yourself Penulis: Gary John Bishop Hlm: 206 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2020 Penelitian menunjukkan bahwa setiap harinya kita memiliki lebih dari 50.000 pikiran. Kita memiliki banyak kendali atas makna yang kita rekatkan pada pikiran kita sendiri. Kita pun bisa mengubah perasaan kita dengan kita mengubah pola pikir. Penelitian terus menemukan bahwa perbincangan yang positif dengan diri sendiri dapat memperbaiki suasana hati, menaikkan kepercayaan diri, meningkatkan produktivitas. Kebalikannya, perbincangan diri yang negatif bisa membuat kita merasa tidak berdaya, bahkan dapat menciptakan masalah yang sebelumnya tidak ada. Beberapa perbincangan negatif memicu kemarahan, kesedihan atau frustrasi.  Hal kecil yang dihindari akan menumpuk dan menjadi hal yang besar. Hal itu dapat membebani dan melelahkan diri kita. Seperti perasaan kecil yang sering kita abaikan, suatu saat akan menjadi bom pada diri sendiri sampai membuat hari-hari kita...

Sedihnya cukup

Gambar
@worry__lines Rasa sedih itu hadir sesaat setelah marah dan kecewa menyatu. Cara terbaiknya ya diterima saja rasa itu, jangan diabaikan nanti malah dia menghampiri terus-menerus. Sadari dan terima.  Kalau sudah diterima, yasudah bilang, "Sedih udahan yah. Ini udah lebih dari cukup waktu kita bersama. capek, berat tau. Aku mau ngelakuin aktivitas lain. Aku mau sama bahagia dulu. Gapapa ya, oke" Pesanku dengan diriku saat teringat hal yang menyedihkan.  Emosi ya kita sendiri yang mengatur. Kita sendiri yang menerima sedih, marah, kecewa, bahagia hadir dari perkataan orang lain atau keadaan yang terjadi.  

Perihal Maaf

Gambar
Jangan-jangan ketika kita merasa hidup ini tak adil, rasa kecewa dan sedih terus menghampiri, itu karena kita kurang memaafkan. Memaafkan diri sendiri dan orang lain. Kita terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu hal yang di luar kendali, berharap berlebihan contohnya. Seringnya kita memberi makan nafsu untuk menguasai sesuatu hal. Padahal semua ini hanyalah titipan, semua akan kembali.  Maaf dan memaafkan tidak mudah dilakukan, kecuali untuk orang-orang yang kuat. Meringankan beban orang lain tidak hanya memberikan material, barang, makanan, atau uang. Lebih dari itu, dengan kita memaafkan perilaku seseorang terhadap kita, setidaknya beban yang ia bawa di hari akhir akan berkurang. Allah akan memudahkan urusanmu saat kamu memudahkan urusan orang lain. Jadi, kalau hari ini kita masih diberi waktu untuk hidup di dunia, itu karena takdir yang sudah tertulis dan karena doa-doa orang yang tulus mendoakan untuk kebaikan kita. Pintu langit seolah-olah terbuka lebar dan menerima p...

Ini tentang Bumi #3

Bumi menjadi salah satu definisi seseorang yang hadir di hidupku memberi makna baru. Diamnya membuatku tidak berhenti belajar perihal sebuah rasa dan mengatur pola pikir. Aneh memang.  Benar-benar ruang sendiri memberi waktu untuk mendengarkan kata hati. Banyak hal yang sudah aku suarakan karena diamnya secara tiba-tiba. Berprasangka baiklah maka kebaikan akan menghampiri. Semoga lekas pulih luka dan kebaikan menyertaimu.

Mindful Relationship bersama Adjie Santosoputro - Talkshow Rakata

Gambar
Setiap orang memiliki luka jiwa. Di masa lalu mungkin ada yang menyakiti perasaanya. Terkait penyesalan, kehilangan perlu diseimbangi dengan perasaan menyadari agar hal-hal itu tidak terus-menerus terpikirkan. Selalu tidak mudah kalau bicara tentang kehilangan. Jangankan kehilangan seseorang yang kita sayangi, kehilangan sepatu saja membuat kita kepikiran terus-menerus. Salah satu tahap cinta paling tinggi ialah hening. Tidak takut kehilangan seseorang tersebut. Ketiadaan aku. Belajar mengurangi aku. Barangkali kita merasa terikat. Seperti, "kamu milikku" Takut kehilangan karena kita merasa memiliki. Kalau kita tidak memiliki, kita tidak takut kehilangan. Hal ini mempengaruhi respon kita terhadap hubungan yang dijalani. Cinta yang selama ini pahami ialah menguasai, mengendalikan, mengontrol, dan memiliki seseorang. Bukankah ini menyakitkan jika dalam kurun waktu yang lama? Jangan-jangan selama ini kita memberi makan ego agar merasa terpuaskan. Semakin dewasa malahan rasan...

Sebelum ia pergi, aku pernah tersenyum karenanya

Gambar
Hai, gimana hari ini? Ada yang mau kamu ceritain?Sudahkah menyapa yang masih ada di sekitarmu? Aku mau nanya ke kamu, boleh kan? Pernah gak kamu saking rindunya sampai kepikiran seseorang? Bahkan sampai lupa suaranya gimana atau wajah manisnya saat tersenyum? Oh ya, nanti kalau ada yang bilang, "ah kamu mah lebay apa-apa difoto atau divideo-in mulu"  Tenang, kamu gak perlu ambil hati atas perkataannya yah. Tak semua orang paham apa yang kamu rasakan. Inget, momen itu enggak datang dua kali. Silakan abadikan sesukamu, semaumu, sebanyak yang kamu mau, yang penting kamu bahagia. Sebab suatu saat nanti, kamu masih bisa mendengar suaranya kembali atau melihat wajahnya saja rasanya sudah bahagia bukan main. Setidaknya dengan foto yang kamu potret dan video yang kamu rekam bisa mengobati momen yang enggak bisa terulang kembali. Ia yang masih ada di sekitarmu tak akan menetap selamanya dalam bentuk nyata. Sebab pada waktunya nanti, ia pun akan pergi. Jadi, sebelum ada yang pergi la...

Ini tentang Bumi #2 (Solicitude)

Gambar
Meskipun kita berada di kota yang berbeda, peluhmu bisa kurasa meski tak kau utarakan padaku. Kukatakan pada semesta di malam hari agar apapun pilihanmu semoga itu yang terbaik dan dipermudah langkahnya. Bumi, banyak yang sayang sama kamu termasuk aku. See that many people love you  See that you’ve been loved  by someone who has been waiting for you

Belajar dari Si Kecil

Gambar
Kenapa waktu masih kecil rasanya bahagia walau capek habis main seharian atau sering menangis? Karena waktu masih kecil kita masih peka saat mengungkapkan rasa, kita lebih jujur, lebih lepas, lebih merasakan perasaan itu datang, tidak menolak dan tidak mengganggap hal itu buruk.  Lambat laun saat bertambahnya usia, lingkungan seringnya menolak hal-hal semacam marah, sedih, kecewa, gelisah, ragu. Hal itu yang membuat kita tidak peka terhadap apa yang kita rasakan. Dan hal itu pula yang membuat kita (yang katanya sudah dewasa) menjadi tidak peka terhadap apa yang orang lain rasakan.  Saat beranjak dewasa, rasa sedihnya, kecewanya, gelisahnya, marahnya biasanya lebih lama. Karena menganggap hal-hal itu tidak penting lalu saat perasaan itu hadir, malah menolaknya, beranggapan "Ah begitu doang mah masa sedih" padahal yang sebenarnya dirasakan ya.. sedih bukan main. Mau berekspresi takut orang di sekitar malah merendahkan sisi lemah yang kita punya. Jika rasa itu terus ditolak k...

Ruang untuk nerima perasaan yang hadir

Gambar
Kita sering merasakan hal-hal yang meresahkan hati, membuat gelisah, tidur pun tak nyenyak bahkan sulit tidur di waktu yang semestinya. Kita juga sadar betul kalau tidur salah satu cara mengistirahatkan segala beban yang kita rasakan, entah itu beban fisik yang menjadikan tubuh lelah atau beban mental yang menjadikan pikiran melelang buana sampai kepala terasa berat bahkan pusing saat teringat sesuatu hal. Memang tak semua orang bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan. Ada rasa tertekan sendiri jika ingin melakukannya, "Ah lebay curhat mulu, lemah banget apa-apa selalu diumbar" dan kalimat sindiran lainnya. Alih-alih menjadi lebih kuat karena mencoba meluapkan, malah rapuh karena penolakan orang terhadap kita yang ingin bersuara. Tak semua orang mau dan mampu mendengarkan.  Bersyukurlah jika kamu sekarang sampai saat ini memiliki ia yang mau mendengarkan sebab tak semua orang menemukan apa yang telah kamu miliki hari ini. Untuk kamu yang belum menemukan seseorang terse...