Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Si Tanpa Pamit

Ini tulisan yang kutulis saat teringat hal yang cukup menyayat hati. Aku sadar kalau aku tidak sempurna, banyak cela. Bagiku, salah tak apa daripada tak mencoba sama sekali. Baiklah, berusaha meluangkan sisi kosong untuk hadirmu. Hidupku rasanya penuh. Karena tak sembarang orang boleh menempati sisi kosong yang telah kusediakan. Jangankan menempati, tidak sembarang orang kupersilahkan untuk mengetuk apalagi membukanya. Hmm.. cukup sulit rasanya aku bersiap membuka sisi kosong untuk diisi kembali. Karena kupikir, kalau sisi kosongnya itu masih ada sisa masa lalu, yang baru pun tak bisa masuk sepenuhnya. Harus seluruhnya "masa lalu" dikeluarkan terlebih dahulu, lalu menerima masa yang baru. Ya begitulah kiranya. Kukira kamu yang tepat, tapi ternyata kamu yang membuat sayat. Huh, perih rasanya. Apalagi kalau kuingat. Tapi nampaknya kamu baik-baik saja meninggalkanku tanpa sepatah kata pun. Aku berdoa, semoga kamu lekas disadarkan. Mengingatmu saja buat hatiku nyeri bukan main,...

Rezeki

Gambar
Buku ini adalah kado ulang tahunku dari seseorang. Sama seperti namanya, Insya Allah, Allah lancarkan rezekinya. Aamiin..  Aku lupa ulang tahun yang keberapa, pas aku buka ternyata isinya buku. Awalnya aku bengong merasa heran beberapa detik sembari memperhatikan judul bukunya "Bagaimana menjadi wanita" Aku membantin, "Lah? Selama ini aku bukan wanita?" Buku ini belum tuntas aku baca, takut rusak, dan pada saat itu aku merasa buku ini amat berat. Maksud berat itu karena otak aku enggak sampai sama diksinya.  Seinget aku, buku ini dikasih ke aku tahun 2014. Yap, sekarang 2021 yang berarti buku ini sudah 7 tahun lamanya. Wah lama juga. Sampul luar buku ini udah sedikit rusak. Hahaha maklum udah lama banget. Lalu aku pindah tahun 2018 ke Cilacap. Aku gak inget buku ini soalnya pindahnya mendadak banget, enggak nyangka juga bakalan pindah. Sampai pada akhirnya bapak jauh-jauh dari Jakarta ke Cilacap bawa buku ini sambil bilang, "bapak udah baca buku ini sampai sele...

Santun

Aku pernah mengenal seseorang yang memiliki kharisma dan terkenal sebagai orang yang tekun. Aku menganggapnya sebagai panutan untuk siapapun. Biasa kupanggil Kak Rizki. Aku bingung namanya pakai S atau Z. Tapi bukan itu masalahnya. Suatu hari ia pernah berpesan padaku, "tetep santun ya fan.." jujur aku lupa saat momen apa, tapi kata-katanya itu selalu terngiang-ngilang di kepala, karena aku belum paham maksudnya apa. Aku baru sadar kalau kata santun itu cukup berat dijalani apalagi kalau di kondisi marah, kecewa, sedih. Kadang kita enggak sadar apa yang kita lakukan itu ternyata hanya memperkeruh suasana. Sikap santun perlu banget apalagi kalau di kondisi kita merasa dijahati sama orang lain.  Yang aku pahami, sikap santun itu adalah sikap kita yang tetap tenang, sopan, menghargai keputusan orang lain walaupun sebenarnya apa yang dia lakukan itu menyakiti perasaan kita. Aku baru sadar juga ini adalah proses pendewasaan sikap.  Bahwa enggak semua hal bisa kita kontrol. Yang bi...

Saat merasa kecewa, marah, sedih

Duduk diam Tarik napas dan hembuskan sebanyak 3x Pejamkan mata Sadari apa yang dirasa dengan tidak menolak rasa yang hadir dan amati apa yang dipikirkan Mulailah menerima dan sediakan ruang ikhlas untuk memaafkan diri sendiri Istighfar sebanyak 3x Shalawat Berdoa meminta petunjuk dan kekuatan atas apa yang dialami Kirim Alfatihah untuk diri sendiri Kirim Alfatihah untuk orang yang menyakiti kita atau keadaan yang membuat kita merasa tidak nyaman Buka mata. Afirmasikan pada diri sendiri, "semua yang ada di langit dan di bumi ini milik Allah, aku sebagai manusia tidak memiliki apapun. Semua yang aku alami atas kehendak Allah. Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'man nasir"

Alasan aku menulis

Banyak bayangan yang lewat di pikiran, yang seringnya buat keributan. Sering juga buat cemas, entah itu perihal masa depan atau ketakutan di masa lalu.  Untuk saat ini aku merasa ketika menulis, aku lebih mengenal diri sendiri, lebih mengenal apa yang dirasakan tanpa menyudutkan siapapun. Merasakan lebih tenang, karena banyak hal yang menumpuk atau terpendam ternyata rasanya berat juga kalau terus dibawa.  Dengan menulis, setidaknya aku merasa beban yang kubawa selama ini menjadi berkurang karena aku menempatkan di tempat yang semestinya bersarang. Mungkin aku akan tertawa beberapa tahun lagi karena membaca tulisan ini.  Sungguh apapun yang aku tulis sebenarnya untuk diriku sendiri. Aku memberi pesan kepada diri sendiri. Tapi, kalau ada orang lain selain diriku yang membaca tulisan ini. Aku mau mengucapkan terima kasih.  Hai, terima kasih ya sudah mau membaca. Kalau ada sebagian dari tulisanku yang sesuai dengan apa yang kamu rasakan saat ini, tenang.. kamu enggak me...

Soul Healing Therapy

Gambar
Judul: Soul Healing Therapy Penulis: lrma Rahayu Hlm: 138 halaman Penerbit: Grasindo, 2015 Setiap hari kita sering berdialog dengan diri sendiri. Entah itu pada saat ada masalah yang pelik maupun yang biasa. Kalau kita sedang ada masalah, pertanyaannya pada diri sendiri bukan, "Ya Allah kenapa aku lagi sih yang kena masalah. Capek rasanya" tapi, gantilah pertanyaan itu menjadi "Ya Allah, aku mau dikasih rezeki apa lagi yah setelah ini? Apa ini salah satu ujianku untuk mencapai impianku?" Dari 2 pertanyaan di atas tentang masalah yang kita hadapi, berbeda pula jawaban yang akan diri kita respon. Jawaban pertanyaan pertama, "Ah udahlah, dunia ini emang gak adil. Gak guna juga hidup di dunia ini kalau masalah menimpa terus, mending mati aja" beda lagi jawaban dari pertanyaan kedua, "Tenang.. Allah mendengar doamu, pasti terkabul. Kalau enggak, pasti Allah berikan yang lebih baik dari doamu yang sekarang. Yang penting yakin" Poin terkabulnya doa ia...