Santun

Aku pernah mengenal seseorang yang memiliki kharisma dan terkenal sebagai orang yang tekun. Aku menganggapnya sebagai panutan untuk siapapun. Biasa kupanggil Kak Rizki. Aku bingung namanya pakai S atau Z. Tapi bukan itu masalahnya. Suatu hari ia pernah berpesan padaku, "tetep santun ya fan.." jujur aku lupa saat momen apa, tapi kata-katanya itu selalu terngiang-ngilang di kepala, karena aku belum paham maksudnya apa.

Aku baru sadar kalau kata santun itu cukup berat dijalani apalagi kalau di kondisi marah, kecewa, sedih. Kadang kita enggak sadar apa yang kita lakukan itu ternyata hanya memperkeruh suasana. Sikap santun perlu banget apalagi kalau di kondisi kita merasa dijahati sama orang lain. 

Yang aku pahami, sikap santun itu adalah sikap kita yang tetap tenang, sopan, menghargai keputusan orang lain walaupun sebenarnya apa yang dia lakukan itu menyakiti perasaan kita. Aku baru sadar juga ini adalah proses pendewasaan sikap.  Bahwa enggak semua hal bisa kita kontrol. Yang bisa kita kontrol hanya diri kita terhadap apa yang kita hadapi.

Aku bersyukur pernah mengenalnya. Sudah lama tak lagi berkabar. Apapun itu kabarnya, Insya Allah, Allah mudahkan segala impiannya (Aamiin)