Perihal Maaf
Jangan-jangan ketika kita merasa hidup ini tak adil, rasa kecewa dan sedih terus menghampiri, itu karena kita kurang memaafkan. Memaafkan diri sendiri dan orang lain. Kita terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu hal yang di luar kendali, berharap berlebihan contohnya. Seringnya kita memberi makan nafsu untuk menguasai sesuatu hal. Padahal semua ini hanyalah titipan, semua akan kembali.
Maaf dan memaafkan tidak mudah dilakukan, kecuali untuk orang-orang yang kuat. Meringankan beban orang lain tidak hanya memberikan material, barang, makanan, atau uang. Lebih dari itu, dengan kita memaafkan perilaku seseorang terhadap kita, setidaknya beban yang ia bawa di hari akhir akan berkurang. Allah akan memudahkan urusanmu saat kamu memudahkan urusan orang lain. Jadi, kalau hari ini kita masih diberi waktu untuk hidup di dunia, itu karena takdir yang sudah tertulis dan karena doa-doa orang yang tulus mendoakan untuk kebaikan kita. Pintu langit seolah-olah terbuka lebar dan menerima permohonan yang mengalir dari lisan orang yang menyayangimu.
Orang yang tulus mungkin tidak menunjukkan sikapnya di hadapanmu. Tapi bisa jadi doanya yang paling didengar oleh penduduk langit. Allah Maha Tahu dan Allah Maha Mendengar, pasti Allah mengabulkan setiap doa hambaNya yang mendoakan dengan ketulusan dan niat membantu sesama.
Doanya dalam diam memberimu kekuatan untuk melangkah, bahkan tanpa kamu sadari hadirnya dalam bentuk nyata.
Allah Maha Lembut. "Semoga Allah melembutkan hatimu untuk memaafkan perilaku mereka terhadapmu"
