#1 Mas - OST
Seseorang yang tak kukenal hadir menyapa. Ini bukan kebetulan, percayalah ada yang menggerakkan satu sama lain. Sejauh ini aku cukup senang bercengkrama dengannya. Kadang aku bingung bagaimana caranya senyum, rasanya sulit tapi hal itu bukan masalah baginya. Ia sosok yang murah senyum. Ia memiliki hal yang tak kumiliki, seperti guratan bulan sabit melengkung dengan manis di wajahnya, ia senang bercerita tentang apapun hal untuk aku yang suka mendengarkan orang bercerita, kita belajar menerima dari hal-hal kecil, permintaan maaf sering terucap. Bukan berarti menormalisasikan kesalahan lalu minta maaf. Bagiku ini cara menghargai satu sama lain. Meminta maaf jika melebihi batas kewajaran, tentu ini bukan hal yang mudah bagi ia yang mengedepankan ego.
Ternyata tidak seburuk itu berbincang selain dengan diri sendiri. Kukira jauhnya usiaku dengannya membuat obrolan kita jadi sulit dimengerti satu sama lain. Nyatanya realita mematahkan ekspektasi. Banyak hal yang diperbincangkan dari parfum, ayam, burung, pengalaman pribadi, keluarga, rencana dan masih banyak lagi. Aku senang punya teman diskusi perihal keseharian, dari bercerita hal konyol sampai serius tapi ini menjadi menarik karena banyak hal pula yang bisa ditertawai bersama. Kunamai perbincangan kita dengan "obrolan sebelum tidur" singkatnya OST.
Aku bersyukur bisa kenal Mas..
Terima kasih telah hadir, menyediakan ruang untuk menerima aku yang jauh dari kata sempurna, dan berbagi hal menarik lainnya.
Semoga niat baik kita dimudahkan jalannya. Bukan hanya kata tapi ada bukti nyata. Sehat-sehat ya.. semoga lekas berjumpa.