Menerima

Belajar menerima hal-hal yang di luar kendali kita.

Entah itu perihal perasaan yang tak terbalas, perilaku ia terhadap kamu, ataupun kejadian alam. Yang perlu kamu pahami, bahwa apapun yang ia lakukan kepadamu, itu atas dasar kesadaran dirinya. Kendalikan apa yang bisa kamu kendalikan. Ya, perasaan yang bersarang di hati kamu. 

Beri ruang untuk mendengar kata hati. Seringnya kita terlalu jauh melangkah ke masa depan dan mengenang masa lalu, membayangkan hal yang telah lalu atau masa depan yang masih jadi bayangan. Kita terlalu lama tidak pulang; terlalu lama tidak mendengarkan kata hati.

Kita merasa dunia tak adil dan menyebalkan karena kita menolak hal yang di luar kendali kita. Sadari dan belajarlah menerima. Menerima apapun yang ada di hadapan kita. Menghargai keberadaan yang masih ada, terlebih ia yang tulus menerima kita apa adanya. Sebab belum tentu ia yang masih ada untuk kamu saat ini, masih ada di esok hari.

Kalau kamu masih diberi napas hari ini, berarti kamu masih diberi waktu untuk terus belajar menerima. 

Terima kasih ya sudah mau menerima keadaan, memaafkan yang bisa dibalas, mencintai segala kekurangan, berjalan walau terasa menyiksa, berjuang walaupun tak dianggap, dan tulus membahagiakan selain diri kamu sendiri.

Semoga kamu dijauhkan dari keburukan dan didekatkan pada kebaikan. Lekas pulih ya, Sayang.

Postingan populer dari blog ini

Selesaikan

Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar

Rezeki