Kenali diri, dengarkan kata hati

Konflik dalam diri bisa berakibat konflik terhadap orang lain. Kurang menikmati dan tidak merasa puas terhadap hidup yang dijalani. Mungkin kita pernah merasakan atau mengenal orang yang mudah marah pada orang lain, apalagi berperilaku tidak mengenakan pada orang yang tak dikenal. Bisa jadi, orang tersebut pernah atau sedang dalam konflik pada dirinya sendiri. Hal itu yang membuat orang lain merasa tidak nyaman di dekatnya. 

Konflik dalam diri seringnya menyakiti diri sendiri, bahkan orang lain juga. Bisa pula terjadi jika ia merasa dirinya paling menderita sebab trauma yang pernah dialami, rasa cemas yang berlebihan, yang membuat emosinya tidak stabil, opini orang lain yang ditelan mentah-mentah, hal ini juga bisa membuat ia memilih keputusan hidup yang kurang bijak.

Orang yang tidak kenal diri biasanya haus akan pujian, tapi hatinya rapuh. Enggak sehat menggantungkan emosi diri terhadap opini orang lain, bukan?

Orang yang tidak kenal diri jadi mudah tergerus opini orang lain, ia cenderung mengalami masalah terhadap percintaan, perkerjaan, keuangan, bahkan orang lain. Perlu dipahami, seringnya kita pun selalu menerka sesuatu hal di masa depan.
Tanpa kita sadari kalau memperbaiki hal yang salah saat ini jauh lebih baik daripada mengabaikan dan tidak menerima keadaan yang sedang terjadi.
Proses menerima memang tidak mudah, tapi bisa dimulai dengan lebih mawas diri, mencari tau arti setiap keadaan yang dialami dengan duduk hening, mendengarkan kata hati, menyadari emosi yang sedang terjadi, mengatur napas, tidak menolak perasaan yang datang, beri jeda untuk diri sendiri agar lebih memahami kemauan diri sendiri.

Mau bagaimanapun yang menjalankan semua ini ya kita. Orang lain bisa jadi pendukung paling suportif atau bumerang terhadap apa yang sudah kita yakini.


Dengarkan hatimu. 



Postingan populer dari blog ini

Selesaikan

Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar

Rezeki