Ini tentang Bumi #1 (Ruang Sendiri)

Kurasa Bumi sedang tidak baik-baik saja. Wajahnya yang penuh dengan senyuman dan canda tawa kini redup. Aku sendiri tak tahu mengapa. Banyak hal yang tak ia sampaikan padaku tapi aku bisa merasakan walau kita terhalang jarak. Kupikir ini yang namanya kontak batin. Seharian ini pesanku tak ia balas, aku terus mempertanyakan pada diriku sendiri, siapa aku di hidupnya. Huh capek juga yah rasanya memendam sendiri, bertanya sendiri, bergelut dengan pertanyaan sendiri. Bukan jawaban yang aku dapat, malah praduga yang meresahkan hati.

Bumi yang kukenal ialah sosok yang kuat, pemberani, murah senyum, yang hadirnya dinantikan, dan yang pasti disayang banyak orang termasuk aku. Hihihi..

Aku cuma bisa berdoa supaya kamu dikuatkan, buat kamu apapun yang kamu jalani dipermudah dan segala harapmu menjadi nyata.

Lagi-lagi ini yang kurasa kalau Bumi butuh ruang sendiri untuk memahami dirinya sendiri. Tentu itu bukan hal yang buruk. Aku belajar banyak hal darinya bahwa kadang kita mencoba membahagiakan orang lain tanpa memikirkan perasaan kita sendiri. Semakin kita memberikan perasaan atau perhatian penuh pada orang lain, kita jadi merasa orang lain berhutang budi pada perasaan atau perhatian yang telah kita berikan.

Selama mengenal Bumi aku selalu bergumam, "kamu gak akan selesai kupelajari" satu kalimat yang pernah aku dengar dan pikiranku selalu mengarah padamu.  Ya, ternyata banyak hal aku pelajari dari kamu. Yang tak semua orang paham.  


Untuk bisa lebih memahami ruang sendiri.

Bila kita ingin tau seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang



 

Postingan populer dari blog ini

Selesaikan

Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar

Rezeki