Kamu hebat
Kurangi bertumpu pada harap sebab semesta tak ingin kamu terlalu banyak menyusun kecewa yang jika terjatuh kamu akan merasa berat.
Jalan doa tak melulu berujung harap yang diimpikan sebab semesta lebih mengerti yang terbaik tak melulu soal nafsu belaka dan masih banyak hal yang bisa diperbaiki sembari menunggu hadiah buah kesabaran di waktu yang tepat.
Bagiku, kamu layak mendapatkan predikat "manusia hebat".
Nampaknya hari ini wajahmu pucat dan barusan kamu bilang pikiranmu amat penat. Sekarang waktunya kamu istirahat. Akan ku selimuti dan ku peluk erat-erat agar kamu merasa hangat dan kembali kuat.
Pada malam hari, waktu telah menunjukkan pukul sembilan lewat seperempat.
Sekarang kamu sudah tertidur pulas setelah ku kecup keningmu dan kini saatnya ku pelan-pelan berbisik, sambil ku usap rambutmu "Kembalilah pulih dari rehat". Semakin erat ku memelukmu, "Sayang.. kamu hebat."